DNAPRO

Support dan Resistance Dalam Trading Forex

Support dan Resistance Dalam Trading Forex

Support dan Resistance Dalam Trading Forex - Pada trading forex dan komoditi, harga selalu bergerak naik dan turun karena adanya supply dan demand. Arah dari pergerakan harga tersebut bisa diperkirakan dengan cara melakukan analisa teknikal. Salah satu caranya yaitu dengan memahami level support dan resistance. Pada praktiknya nanti, untuk dapat memahami level-level tersebut Kalian membutuhkan akun untuk trading forex.

Mungkin Kalian masih ingat konsep supply and demand yang didapat di sekolah dimana ketika permintaan (demand) naik dan penawaran (supply) turun, maka harga akan naik. Begitupun sebaliknya, jika penawaran (supply) naik dan permintaan (demand) turun, harga akan turun.

Sekarang mari kita bedah tentang support dan resistance dalam forex!

Tentang Support & Resistance

Pada praktiknya, harga mata uang di pasar forex selalu bergerak naik dan turun. Hal ini juga ditentukan oleh supply and demand atas mata uang tersebut. Lalu, ada suatu waktu di pasar forex saat harga berhenti bergerak naik atau berhenti bergerak turun. Hal ini disebabkan oleh demand atau supply-nya sudah tidak cukup besar untuk menyebabkan harga forex naik atau turun.

Dalam analisa teknikal forex, Kalian bisa mengidentifikasikan kapan kira-kira supply atau demand.

Mengenal Support & Resistance

Support adalah suatu area level harga dimana pada level tersebut demand cukup tinggi untuk menahan turunnya harga (Demand > Supply). Pada level ini, harga kerap berhenti bergerak turun dan kemungkinan besar akan naik lagi.

Bahasa mudahnya, support merupakan level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish (turun). Sedangkan resistance adalah suatu area level harga di mana pada level tersebut supply cukup tinggi untuk menghentikan naiknya harga (Supply > Demand).

Pada level ini, harga kerap berhenti bergerak naik dan kemungkinan besar akan turun lagi. Singkatnya, resistance adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bullish (naik) dan semakin besar. Salah satu caranya adalah dengan memahami level support & resistance itu tadi.

Saat harga bergerak naik dan kemudian turun lagi, maka titik tertinggi yang diraih sebelum turun lagi itulah yang dinamakan dengan resistance.

Saat harga bergerak naik lagi, maka titik terendah yang diraih sebelum harga bergerak naik lagi itu kita namakan sebagai support.

Seperti itulah kita menentukan level support dan resistance seiring dengan gejolak harga yang naik turun sepanjang waktu.

Perlu dipahami juga bahwa level support dan resistance tidak harus merupakan level yang pasti. Itu berarti, normal bila beberapa trader berselisih beberapa angka ketika menentukan support dan resistance. Malah hal yang paling utama ialah support dan resistance tersebut berada di kisaran angka yang tidak terlalu jauh jaraknya.

Resistance menjadi Support. Support menjadi Resistance

Begini singkatnya,

Walaupun di awal pembahasan Support & Resistance ini dikatakan bahwa level-level tersebut bisa “menahan” laju pergerakan harga, tetapi tidak berarti bahwa level-level tersebut akan abadi selamanya. Suatu support tak akan lagi sanggup menahan pergerakan turun jika ternyata pada saat itu demand sudah tak lagi cukup tinggi. Kebalikannya, hal yang sama juga akan terjadi pada resistance, dimana supply tak lagi cukup besar untuk menahan pergerakan naik.

Bayangkan Kalian berdiri di salam suatu ruangan. Ada lantai dan langit-langit. Langit-langit ruangan kita analogikan sebagai resistance, sedangkan lantai kita analogikan sebagai support.

Di tangan Kalian ada sebuah bola golf. Kalian melemparkan bola golf itu ke atas hingga menyentuh langit-langit. Bila lemparan Kalian tidak cukup kuat, maka bola golf itu akan memantul lagi ke bawah. Namun bila lemparan Kalian cukup kuat, maka langit-langit tersebut akan jebol. Begitulah kira-kira analogi dari support yang menjadi resistance dan sebaliknya.

Nah, ketika resistance “jebol” maka harga akan terus bergerak naik. Resistance yang awalnya berada diatas harga, sekarang posisinya sudah berada dibawah harga. Pada saat itulah resistance menjadi support. Demikian juga dengan support. Ketika support “jebol” (break) maka harga akan terus bergerak turun. Support yang awalnya berada dibawah harga, sekarang posisinya sudah berada diatas harga. Pada saat itulah support menjadi resistance.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.