DNAPRO

Serba-Serbi Tentang Cara Analisa Teknikal Forex

Serba-Serbi Tentang Cara Analisa Teknikal Forex

Serba-Serbi Tentang Cara Analisa Teknikal Forex  - Jika Anda mengenal dan melihat trader-trader tertentu yang secara rutin memperhatikan pergerakan diagram, chart, dan lain-lainnya pada platform trading forex, maka itulah yang disebut dengan analisa teknikal.

Analisa teknikal sering dianggap remeh, terutama bagi orang yang sering malang melintang di dunia trading forex, karena volatilitas nilai tukar mata uang asing yang tidak selalu dapat diprediksi atau alasan lain yang membuatnya seolah menjadi tidak seimbang dibandingkan analisa fundamental.

Namun, bukan berarti Anda sama sekali tidak dapat melakukan analisa teknikal. Lagipula, analisa teknikal merupakan jenis analisa dalam dunia trading forex yang mudah untuk dilakukan. 

Anda tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget untuk menganalisa secara teknikal lewat berbagai macam grafik. Tinggal istirahat beberapa jam saja, selama Anda tidak menutup jendela software forex trading Anda, maka Anda masih tetap dapat memantau grafik menggunakan analisa teknikal.

Candlestick merupakan jenis analisa teknikal yang paling umum digunakan untuk mengaplikasikan cara analisa teknikal forex. 

Ada beberapa tanda dalam candlestick yang perlu Anda perhatikan, misalnya morning dan evening star yang mengonfirmasi pembalikan tren mendekati sempurna, atau shooting star yang selalu merupakan sinyal bearish pada nilai tukar mata uang asing yang Anda pilih pairnya.

Dalam prakteknya, banyak robot forex yang dapat menggabungkan candlestick dengan grafik konvensional lainnya untuk analisa teknikal, seperti diagram batang yang biasanya digunakan untuk melihat berapa besar volume transaksi mata uang asing dan diagram garis yang biasanya juga digunakan untuk melihat tren naik turunnya nilai tukar mata uang asing.

Penggabungan di antara grafik-grafik analisa teknikal ini menghasilkan jenis analisa teknikal yang unik, misalnya forex volatility tool. Forex volatility tool adalah alat prediksi bagi trader untuk melihat pergerakan nilai tukar mata uang asing dalam periode tertentu (hari, minggu, atau jam) dan membandingkan tren volatilitas pada hari-hari tertentu.

Kendati demikian, memantau naik turunnya nilai tukar mata uang asing bukan satu-satunya cara analisa teknikal forex yang dapat Anda lakukan. Masih banyak juga elemen analisa teknikal forex yang dapat Anda perhitungkan dan terapkan selain candlestick, forex volatility tool, serta grafik-grafik lainnya.

Penggunaan berbagai macam grafik dan alat pada cara analisa teknikal forex tidak akan efektif apabila tidak ditunjang dengan pengetahuan mengenai indikator yang dapat Anda gunakan pada analisa teknikal forex.

Hampir semua trader, terlepas dari apakah mereka trader pemula atau trader dengan jam terbang trading forex yang lama, familiar dengan moving average sebagai indikator analisa teknikal forex. 

Indikator ini dilambangkan dengan garis MA50, atau garis yang menggambarkan rata-rata nilai tukar mata uang asing dalam waktu 50 hari. Bila candlestick menembus ke bawah garis, maka itu adalah sinyal beli. Sebaliknya, tembusan ke atas adalah sinyal jual.

Ada juga trader yang menggunakan indikator stokastik dalam pengaplikasian cara analisa teknikal forex. Dalam indikator stokastik, garis atas (oversold) dan bawah (overbought), serta garis perubahan harga yang dinyatakan dengan %K dan %D adalah hal penting yang harus Anda perhatikan.

Jika ujung grafik %K memotong dan menghasilkan tonjolan ke atas, maka itu adalah sinyal untuk menjual. Tonjolan ke atas dapat menembus garis oversold maupun tidak. 

Sebaliknya, jika ujung grafik %D memotong dan menghasilkan tonjolan ke bawah, maka itu adalah sinyal untuk membeli. Sama seperti sinyal menjual, tonjolan ke bawah dapat menembus garis overbought maupun tidak.

Selain indikator moving average dan stokastik, masih ada lagi indikator lain yang dapat Anda gunakan untuk mengaplikasikan cara analisa teknikal forex, misalnya indikator envelope yang merupakan modifikasi dari indikator moving average, MACD, relative strength index (RSI), TTM trend, dan lain-lain.

Jadi, kombinasi antara indikator, grafik, alat, dan lain-lain merupakan kunci dari penerapan cara analisa teknikal forex yang benar. Hal ini termasuk juga apabila Anda menggunakan robot forex untuk menerapkan analisa teknikal forex.

Robot forex Anda harus mampu menampilkan beragam grafik yang Anda inginkan dan mengizinkan Anda mengetahui titik-titik stop sell dan lain-lain yang dibutuhkan untuk pembuatan grafik.

Semua hal tersebut mungkin dengan produk kami, Autopilot Robot Forex. Terlebih lagi, Autopilot Robot Forex menampilkan semua informasi, grafik, alat, indikator, dan lain-lain yang Anda butuhkan secara real-time dengan transaksi robot yang nyata pula.

Ketika robot bertransaksi, Anda dapat melihatnya secara live. Jadi, ini menjamin transparansi robot forex dari Autopilot Robot Forex. Setelah transaksi, Anda pun dapat segera menikmati profit yang dihasilkan oleh robot forex Anda.

Pembagian profit sesuai dengan harga paket yang Anda beli. Anda juga dapat selalu mengandalkan bantuan dari grup WhatsApp khusus anggota kapan pun Anda membutuhkannya, termasuk untuk mengaplikasikan cara analisa teknikal forex.

Jadi, buat analisa teknikal forex Anda makin mantap dengan mencoba Autopilot Robot Forex. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dnapro.id.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.