DNAPRO

Sebelum Menerapkan Indikator Zigzag, Baca Ini Dulu Yuk

Sebelum Menerapkan Indikator Zigzag, Baca Ini Dulu Yuk

Sebelum Menerapkan Indikator Zigzag, Baca Ini Dulu Yuk - Indikator zigzag merupakan indikator yang berbeda dari indikator pada umumnya karena menawarkan berbagai fungsi untuk keperluan analisa trading. Indikator ini memakai garis seksional untuk menghubungkan titik tertinggi dan terbawah paling signifikan dari suatu harga.

Parameter perubahan harga paling sedikit menjelaskan prosentase harga untuk bergerak sehingga membuat garis zigzag. Indikator ini akan menghilangkan perubahan harga kecil, atau fluktuasi kecil, di bawah nilai yang sudah diatur dalam parameter sebelumnya.

Pengaturan Indikator Zigzag

Indikator zigzag melacak dan menghubungkan poin-poin yang dianggap krusial pada chart. Jarak tiap poin tersebut akan seimbang baik tinggi dan prosentasenya untuk periode waktu yang dipilih. Untuk memakai indikator zigzag, prosentase pergerakan harga harus diatur lebih dulu.

Pertama kali memakai, akan muncul pengaturan default indikator zigzag. Menu ‘depth’ merupakan setingan pertama, yang merupakan jumlah bar minimal yang mana tak memakai deviasi minimal atau maksimal dari bar. Menu ‘deviasi’ merupakan jumlah pip atau poin (tergantung market) setelah minimal dan maksimal sebelumnya terbentuk.

Menu terakhir yaitu ‘backsteep’ yang merefleksikan jumlah minimal bar antara yang tertinggi dan terendah yang akan diplot. Setingan tersebut bisa diatur sesuai dengan market finansial manapun, dan trader bisa memakai setingan berbeda untuk tiap satu jenis instrumen yang ditansaksikan.

Melihat Harga Atas dan Bawah

Indikator zigzag mampu mengidentifikasi pergerakan market di titik tertinggi dan terendah tergantung setingan yang dipakai trader. Dari sini, trader akan bisa melihat gambaran titik tertinggi teratas, titik tertinggi terbawah, titik terendah tertinggi, dan terendah terbawah hanya dengan melihat garis yang muncul di dalam indikator. Ini memudahkan trader untuk mengidentifikasi tren.

Harga Masuk

Saat titik tinggi dan rendah sementara sudah bisa diidentifikasi, trader bisa segera membuka trading berdasarkan pola tren yang ada, misalnya pola 1-2-3. Pola 1-2-3 terdiri dari poin terendah, poin koreksi, dan poin percobaan (harga mencoba kembali ke area tertentu beberapa kali).

Pola Harmonic

Indikator zigzag bisa menolong trader untuk menemukan rasio pemanfaatan pola harmonic. Meski begitu, ada satu masalah umum saat memakai indikator zigzag dengan pola harmonic, bahwa ‘kaki’ terakhir dalam struktur formasi pola harmonic mungkin akan hilang (terkoreksi).

Pola AB=CD juga memakai empat struktur harga di mana segmen harga awalnya akan tertarik kembali lalu diikuti pergerakan yang sama jauhnya dari pullback penuh. Pada pola klasik AB=CD, BC merupakan poin penarikan dari AB sebanyak 61.8%-78.6%, dan CD merupakan struktur kaki tambahan dari 127.2%-161.8% (punya jarak harga yang sama).

Dalam ekstensi AB=CD, CD merupakan ekstensi dari AB antara 127.2%-161.8%. Pola ABCD dan pola BAT sama-sama memanfaatkan indikator zigzag untuk menampilkan pola tersebut dalam chart.

Zigzag dan Fibonacci

Banyak indikator lain yang menyertakan prinsip dasar indikator zigzag di dalamnya untuk mengeplot level Fibonacci. Indikator zigzag umumnya dimanfaatkan untuk mengoreksi gelombang (band), atau dalam hal ini sebagai struktur gelombang ke tiga.

Dengan mempertimbangkan sebagai bagian struktur gelombang dalam Fibonacci, maka ide utamanya yaitu bahwa Fibonacci akan menyediakan peluang lebih tinggi dibanding gelombang kebanyakan di periode yang sama. Dua indikator tersebut ibaratnya bisa saling melengkapi.

Channel dan Pola Zigzag

Indikator zigzag juga bisa dimanfaatkan dengan sejumlah indikator channel yang berbeda. Karena sifat alaminya yang memang demikian, saat trader menggabungkan dengan salah satu indikator lain, trader harus mempersiapkan data informasi mendetil saat akan memadukan zigzag dan channel.

Saat menggambar channel, indikator zigzag akan menyaring semua pergerakan minor dan menyisakan pergerakan mayor saja yang nantinya ditampilkan pada chart. Tak hanya itu, noise market juga dihilangkan sehingga trader bisa melihat gambaran besar terkait apa-apa saja terjadi pada market.

Zigzag Ganda

Cara lain untuk memakai indikator zigzag yaitu dengan menerapkan indikator ini ke dalam chart disertai beberapa parameter deviasi berbeda. Setup dengan zigzag ganda seperti ini terjadi saat deviasi terkecil dari indikator berbalik arah ke deviasi tinggi. Kondisi tersebut bisa menjadi pemicu agar trading bisa searah dengan deviasi terbesar yang dtunjukkan indikator zigzag.

Wolfe Waves

Pola wolfe tersusun dari lima gelombang yang menunjukkan tingkat penawaran dan permintaan hingga memunculkan keseimbangan harga. Wolfe waves bisa berkembang pada semua time frame yang biasa dimanfaatkan untuk menebak arah pergerakan harga selanjutnya, dan kapan waktu perubahannya.

Zigzag kadang terlihat sebagi bantuan besar untuk trader pada saat membuka trading. Tapi satu yang harus menjadi catatan trader saat ingin memanfaatkannya, bahwa struktur kaki terakhir mungkin akan lebih panjang dibanding harga sebelumnya, atau biasa disebut dengan repainting.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.