DNAPRO

Pengaruh Volatilitas Bagi Trader

Pengaruh Volatilitas Bagi Trader

Pengaruh Volatilitas Bagi Trader - Trader yang memakai software dengan taktik atau strategi trend-following barangkali tak Suka mendapatkan sinyal akhir-akhir ini. ataupun taktik atau strategi yang sebelumnya mampu berjalan dengan baik saat ini tidak lebih profitable. Penyebabnya ialah volatilitas pasar yang cenderung rendah. Malah turunnya volatilitas pasar forex telah terindikasi sejak awal tahun sekarang dari range rata-rata harian beberapa pasangan mata uang utama yang cenderung turun.

Volatilitas adalah besarnya jarak antara fluktuasi/naik turunnya harga saham atau valas. Volatilitas tinggi berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dalam dengan cepat pula, sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu.Di Pasar Uang (Forex), volatilitas harga tertinggi biasanya terdapat pada pair GBP/USD, EUR/JPY, GBP/JPY, ataupun terkadang EUR/USD. Namun, besar-kecilnya volatilitas juga bisa berubah-ubah ada jam-jam dimana volatilitas meningkat, dan ada jam-jam dimana volatilitas melambat.

Pentingnya Volatilitas Bagi Trader

Biasanya trader mengharapkan volatilitas pasar yang tinggi berkaitan dengan beberapa alasan. Volatilitas yang tinggi memanglah menambah tingkat resiko. akan tetapi peluang untuk entry akan makin besar. Naiknya volatilitas akan memicu fluktuasi harga makin tinggi menjadikan trader mampu menentukan risk/reward ratio yang lebih besar sejalan dengan range trading yang semakin besar.

Bagi trader jangka menengah serta panjang akan lebih gampang antisipasi sentimen serta pergerakan harga pada volatilitas pasar yang tinggi. Bagi scalper ataupun trader harian yang menargetkan jumlah trade per hari volatilitas yang tinggi maka akan lebih menguntungkan berhubung dalam jangka pendek. fluktuasi arah pergerakan harga akan condong lebih gampang diprediksi. Korelasi antara beberapa pasangan mata uang akan lebih terang terbaca.

Di samping itu algoritma trading untuk kondisi pasar dengan volatilitas rendah tidak sama dengan volatilitas tinggi. Disaat volatilitas berganti trader semestinya menyesuaikan taktik atau strategi tradingnya. Volatilitas pasar forex yang rendah akhir-akhir ini lebih-lebih penyebabnya yaitu oleh meningkatnya resiko geopolitik di beberapa negara yang menyeret AS. Russia serta Uni Eropa. dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang cenderung turun. Dalam kondisi volatilitas rendah semacam ini. maka tentu kesempatan trading yang akan muncul bagi trader cenderung tidak banyak. Pergerakan pasanganpasangan mata uang pun relatif tenang.

Volatilitas Rendah Akan Segera Berakhir?

Mengamati perkembangan akhir-akhir ini. tampaknya volatilitas pasar akan naik pada bulan-bulan mendatang. Program stimulus The Fed akan segera berakhir serta suku bunga akan segera naik. demikian juga Bank of England (BoE) yang  merencanakan kenaikan suku bunga walau masih di perdebatkan. Suku bunga akan menimbulkan sentimen berani ambil risiko (risk appetite) para investor forex. Serta andaikan sentimen yang telah di sebutkan telah terpicu. maka pelaku pasar akan ramai-ramai kembali melakukan aksi jual-beli. Dalam hal ini. semacam halnya volatilitas. kebijakan bank sentral sejatinya ibarat pedang bermata dua pula.

Cara Menyikapi Volatilitas

Volatilitas tinggi biasanya malah membuat trading forex jadi lebih menarik, karena besarnya kemungkinan profit yang bisa didapat merupakan pertimbangan utama bagi day trader berbeda dengan pandangan investor saham yang memprioritaskan "buy and hold".

Akan tetapi, ini bukan berarti kita harus bertrading di masa-masa volatilitas tinggi saja.

Keputusan tentang bagaimana menyikapi volatilitas harga tergantung pada investment profile (profil investasi) setiap orang. Setiap investor memiliki investment profile yang berbeda-beda, antara lain : konservatif, moderat, dan agresif. Jika Anda termasuk trader konservatif, maka memang lebih baik menghindari volatilitas tinggi. Tapi bila Anda lebih suka bersikap agresif, maka mengincar profit di saat pasar ramai adalah peluang yang menggiurkan. Jadi, simak berbagai materi belajar trading forex dengan tekun, pahami psikologi dan gaya trading sendiri.

Baik valas yang volatilitasnya tinggi ataupun rendah (kalem) keduanya bisa sama-sama menguntungkan, dengan syarat memakai strategi berbeda. Hargaharga yang volatilitasnya tinggi cocok untuk trader jangka pendek dan trader yang cenderung agresif. Untuk trading yang volatilitasnya tinggi, trader sebaiknya sudah terlatih dan stabil dalam psikologi trading. Trader forex harus disiplin dan punya perencanaan matang sebelum bertransaksi, serta memahami dengan baik bagaimana menata money management yang baik.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.