DNAPRO

Pemahaman Trailing Stop Loss Yang Perlu Diketahui

Pemahaman Trailing Stop Loss Yang Perlu Diketahui

Pemahaman Trailing Stop Loss Yang Perlu Diketahui - Istilah cut loss dalam trading mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalian. Namun akhirakhir ini banyak yang mulai mengeluarkan ide untuk menggunakan trailing stop loss dibanding cut loss. Apa itu trailing stop loss dan bagaimana cara menerapkanya? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Baiklah, kita akan membahasnya kali ini!

Pengertian Trailing Stop Loss

Trailing Stop Loss (TSL) adalah suatu jenis order yang memungkinkan kita untuk memilih nilai atau persentase kerugian maksimum dalam transaksi saham. Jika harga saham naik sesuai harapan, batas TSL akan ikut naik. Namun jika harga saham menurun di luar ekspektasi kita, batas TSL tidak akan berubah.

Contoh Trailing Stop Loss: Kalian membeli saham PT Astra International Tbk (ASII) pada harga Rp6.000 per lembar dengan keinginan harga naik sampai Rp7.000. Batas TSL ditentukan pada 10%. Dengan demikian, TSL bermula pada harga Rp5400 (turun 10% dari Rp6000).

Ketika harga saham ASII naik ke Rp6600, TSL akan naik ke Rp5940-an atau fraksi pergerakan harga saham terdekatnya. Jika harga saham ASII naik lagi ke Rp6800, TSL akan naik ke Rp6120 atau fraksi pergerakan harga saham terdekatnya.

Jika harga saham ASII selanjutnya turun dari Rp6800 hingga mencapai Rp6120, TSL akan langsung aktif untuk mengirim order jual saham pada tingkat harga ini. Dengan begitu, kalian akan tetap menghasilkan keuntungan sebesar Rp120 sekalipun harga saham ASII menurun lebih jauh lagi ke bawah Rp6120.

Trailing Stop Loss berguna untuk membantu trader meraih profit sembari melindungi trader dari kerugian yang lebih besar. Trailing Stop Loss membatasi risiko kerugian, tetapi tidak membatasi potensi profit yang dapat diraih jika pergerakan harga saham terus naik sesuai harapan.

Cara Melakukan Trailing Stop Loss

Ada dua cara melakukan Trailing Stop Loss yang dapat ditentukan oleh trader saham:

- Menerapkan TSL sendiri

- Memasang TSL otomatis pada aplikasi trading saham

Dalam penggunaan manual, kalian harus menyiapkan jurnal trading dan memonitor pergerakan saham harian. Catatlah harga beli saham dan batas TSL pada jurnal, ikuti pergerakan saham harga di bursa, kemudian juallah saham ketika TSL sudah tercapai. Pilihan ini memperlukan disipilinyang tinggi. Jika kalian ragu, gunakan TSL otomatis adalah cara yang terbaik.

Beberapa aplikasi trading saham ada yang memiliki fitur otomatis sehingga membutuhkan pantauan pada bursa secara terus menerus. Order buy akan dikirim secara otomatis setelah batas TSL tercapai. Untuk batas TSL dan jangka waktu pun bisa diubah.

Berkonsultasilah dengan layanan konsumen (CS) atau manajer akun (account manager) pada perusahaan sekuritasmu untuk memeriksa apakah aplikasinya menyediakan fitur TSL, serta bagaimana cara memasangnya (bila tersedia).

Kekurangan TSL

Sebagaimana dijelaskan di atas, TSL bisa membantu kita mengunci keuntungan yang telah diraih secara otomatis. Namun, ada beberapa kelemahan TSL otomatis yang perlu diketahui oleh trader saham. Kelemahan-kelemahan itu adalah:

- Ketentuan fraksi yang mengatur maksimum perubahan harga

- Cut loss terlalu dini

- Tidak cocok untuk saham yang bersifat siklikal

TSL hanya tepat jika digunakan saat saham-saham sedang bullish, bukan saat saham saham sedang bearish atau terkoreksi. Jika trader salah pasang, TSL otomatis malah berisiko mengakibatkan cut loss yang berujung sia-sia.

Jadi, bagaimana pendapatmu? Setelah mengetahui apa itu Trailing Stop Loss berikut cara kerja hingga kelebihan dan kelemahannya, apakah kalian ingin menerapkannya?

Satu tips sederhana: Ada baiknya kalian mencoba memanfaatkan TSL secara manual lebih dahulu untuk menentukan berapa persentase TSL yang tepat dalam strategi trading-mu. Kalau sudah menemukan strategi TSL yang jitu, barulah memanfaatkan fitur TSL otomatis pada aplikasi trading saham.

Jika perusahaan sekuritasmu tidak menyediakan fitur Trailing Stop Loss, janganlah kecewa. Sampaikan saja saran untuk menambahkan fitur ini pada aplikasi. Siapa tahu saran kalian akan direalisasikan oleh sekuritas pada pembaruan aplikasi berikutnya.

Atau dengan cara lain, terapkan saja TSL secara manual dalam strategi trading kalian. Toh, TSL manual relatif lebih aman daripada TSL otomatis yang berisiko cut loss terlalu dini.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.