DNAPRO

Mengelola Risiko Saat Loss

Mengelola Risiko Saat Loss

Mengelola Risiko Saat Loss - Manajemen risiko adalah salah satu faktor paling penting dalam trading. Seorang trader harus membayangkan hal ini sebelum memulai trading forex. Hal ini bukanlah soal berapa keuntungan yang bisa diraih oleh seorang trader, namun yang lebih penting adalah seberapa lama seorang trader mampu bertahan di pasar forex yang sangat kompetitif.

Manajemen risiko yang seharusnya dipahami dan dijalankan oleh setiap trader yang ingin sukses dalam melakukan aktivitas trading-nya. Dalam hal ini pun, ada beberapa faktor yang masih dalam kendali seorang trader, yaitu antara lain:

1. Modal, yaitu jumlah nominal uang yang ditanamkan ke akun forex.

2. Tipe Rekening, yaitu jenis rekening yang dibuka oleh trader di broker(Standar – 100.000 unit atau Mini – 10.000 unit).

3. Ukuran Lot, yaitu jumlah lot yang ditransaksikan.

4. Frekuensi, yaitu seberapa sering seorang trader melakukan transaksi.

5. Risk Exposure, yaitu seberapa persen modal yang berani dipertaruhkan setiap transaksi.

Dengan memahami dan menetapkan parameter di atas, maka trader bisa mengetahui seberapa besar risiko setiap trading dan seberapa lama trader bisa bertahan dalam kondisi paling buruk sekalipun.

Strategi Manajemen Risiko Dalam Posisi Merugi

Dalam transaksi forex memang tak bisa dihindari ada kalanya harga bergerak tidak mengikuti analisis yang kita lakukan, berikut strategi yang bisa Anda pilih untuk menghadapinya.

Strategi Bertahan

Dalam strategi bertahan, artinya Anda membiarkan posisi transaksi yang miliki sedang merugi tanpa melakukan tindakan apa-apa. Hal ini dapat dilakukan bila Anda mempunyai ekuitas yang besar, karena sebetulnya tidak ada yang dapat mengetahui seberapa besar dan seberapa lama kita akan mengalami potensi kerugian ini.

Jangan coba-coba menggunakan strategi ini jika uang yang Anda miliki sangat terbatas, karena banyak sekali trader yang mengalami kebangkrutan karena menggunakan strategi ini. Adalah lebih baik bila kita menerima kekalahan dan mencoba mengambil posisi transaksi yang baru.

Stop Loss atau Cut Loss

Strategi Stop Loss ini berarti adalah menerima kerugian dalam batas tertentu. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahkan sebelum trader memulai trading pun sebaiknya menentukan batas risiko yang bisa diterimanya.

Dengan menetapkan titik stop loss, maka ketika harga bergerak beberapa pips berlawanan arah dengan posisi yang kita ambil, maka kita dengan sigap menutup posisi tersebut dan menerima kekalahan.

Stop Loss And Switch

Strategi Stop Loss And Switch atau juga disebut sebagai Cut and Switch, merupakan strategi untuk menerima kekalahan sekaligus untuk membuka posisi transaksi yang baru dengan harapan untuk bisa mendapatkan profit yang bisa menutup kerugian yang kita alami sebelumnya.

Hedging

Strategi Hedging adalah sebuah teknik yang biasa digunakan untuk mengurangi kerugian. Strategi Hedging adalah strategi kuncian, yang artinya bila harga bergerak berlawanan arah dengan posisi yang kita miliki maka kita akan segera membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi awal, tanpa menutup transaksi yang kita lakukan sebelumnya.

Jika kita pertama kali memiliki posisi buy, maka kita akan melakukan transaksi sell yang baru tanpa menutup posisi buy yang kita miliki.

Average

Strategi Average atau Averaging adalah melakukan transaksi baru yang sama persis dengan transaksi lama. Strategi ini cukup sederhana, yaitu trader hanya perlu menambahkan posisinya dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih. Secara umum ada 2 jenis strategi Averaging:

• Averaging Down, yaitu trader menambah posisinya saat harga bergerak berlawanan arah dengan prediksi awal.

• Averaging Up, yaitu trader menambah posisinya di harga yang lebih tinggi, saat harga bergerak naik.

Khususnya dalam strategi Averaging Down, Strategi ini memerlukan ekuitas yang cukup kuat karena tidak seorang pun tahu sampai kapan harga akan berlawanan arah dengan posisi yang kita miliki. Strategi ini bisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila pada akhirnya harga benar-benar berbalik arah sesuai prediksi analisis kita.

Pentingnya Manajemen Risiko Dalam Trading Forex

Itulah strategi manajemen risiko yang dapat Anda praktikkan, baik bila Anda belum memulai trading forex, maupun saat Anda telah berada di dalam posisi nyangkut saat melakukan trading forex.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.