DNAPRO

Kenali Mindset Swing Trader

Kenali Mindset Swing Trader

Kenali Mindset Swing Trader - Swing trading adalah strategi jual beli saham untuk memperoleh keuntungan hanya dalam hitungan hari atau minggu. Pelaku swing trading disebut juga swing trader. Senjata swing trader lebih banyak menggunakan analisis teknikal dalam menentukan jual atau beli saham. Tetapi tidak mengabaikan analisis fundamental, tren, dan pola harga.

Walaupun swing trading memang menawarkan profit lebih cepat, tapi berpikir bahwa kaya cepat dengan swing trading juga adalah sebuah kekeliruan. Karena dalam trading ini, mau menggunakan cara apapun jika Anda terlalu buru-buru untuk kaya dari saham akhir-akhirnya Anda akan mengambil risiko terlalu besar. Beberapa dari Anda bisa jadi sudah menentukan pilihan untuk menjadi swing trader, trend follower atau kombinasi keduanya. Pada artikel kali ini, kita akan bahas terlebih dahulu tentang mindset seorang swing trader agar perjalanan Anda menjadi swing trader bisa lebih mantap.

Kena Target Sudah cukup dan happy

Trading dengan swing trading memiliki target untuk kita melakukan profit taking. Range profit takingnya pun berkisar 30%-10% per trade. Terkadang, setelah terkena level profit taking kita, harga bisa saja terus berlanjut naik lagi. Sehingga kita menjadi geram-geram gemas dan mulai berpikir “coba kalau saya hold, untung saya uda berapa nih!”

Bila Anda sudah memutuskan menjadi swing trader, maka Anda bukan hanya harus disiplin melakukan cut loss, tapi disiplin untuk melakukan profit taking juga. Jika harga masih melanjutkan kenaikan setelah kita melakukan profit taking, yasudahlah dan syukuri profit Anda. Hal ini akan berhubungan dengan mindset .

Mencari high probability

Jika menjadi swing trader, kita bukan berfokus pada buy and hold saham jangka menengah yang membutuhkan waktu berbulan-bulan (diatas 4 bulanan). Yang kita fokuskan adalah kemana harga akan bergerak dengan probability yang tinggi. Probability yang tinggi berarti di atas 50%, minimal 60%. Dengan probability di atas 60%, berarti dengan menggunakan metode tersebut dalam 100x trading, maka 60x kita terkena profit taking dan 40x stop loss.

Maka dari itu, swing trading yang berfokus pada winning rate memiliki target. Katakan target di 9000, berarti dengan metode tersebut, ada 60% kemungkinan saham tersebut akan mampu mencapai level tersebut.

Berfokus pada beberapa saham saja

Berbeda dengan trend following yang bisa membeli beberapa saham sehingga portofolio terdiversifikasi, seorang swing trader lebih berfokus pada portofolio yang lebih terkonsentrasi. Sebabnya adalah karena profit taking yang tidak sebesar trend following. Range profit taking swing trading berkisar 30%-10% saja.

Tidak boleh ketinggalan

Menjadi seorang swing trader berarti tidak boleh tertinggal, sedapat mungkin membeli ketika diujung dari penurunan dan di awal mula terjadinya breakout. Menjadi swing trader sama sekali tidak bisa main kejar harga.

Berbeda dengan trend follower yang memiliki outlook yang lebih panjang, maka mengejar harga sah-sah saja. Tentu mengejarnya juga disesuaikan dengan money managementnya.

Maka dari itu, menjadi seorang swing trader harus membeli pada saat yang tepat dan ketika ketinggalan mau tidak mau harus direlakan.

Menunggu

Menjadi seorang swing trader meskipun profit takingnya cepat (dibandingkan trend following), akan tetapi akan ada saatnya seorang swing trader harus menunggu dan betul-betul “puasa” karena tidak ada trading setup yang memiliki kemungkinan yang tinggi.

Menjadi seorang swing trader juga harus bisa berkata “NO!” pada saham-saham yang “kelihatannya” bisa jalan. Karena swing trader berfokus mencari yang memiliki winning rate tinggi di atas 60%. Karena hal ini, swing trader harus bisa pilih-pilih saham mana yang layak untuk dimasukkan dalam portofolio tradingnya.

Trading memang pada dasarnya adalah menunggu sebuah saham membentuk formasi. Kalau kita masuk terlalu cepat, mau swing trading atau trend following juga sama-sama akan kena getahnya, ibarat memetik buah mangga yang belum matang sempurna, hasilnya asem!

Begitulah jika Anda ingin menjadi seorang swing trader yang berhasil. Ada pepatah yang mengatakan, jangan hanya copy cara, tapi copy juga mindsetnya. Sehingga Anda bisa paham caranya dengan lebih mudah.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.