DNAPRO

Dicurangi Broker Saat Trading? Kenali Ciri-Cirinya

Dicurangi Broker Saat Trading? Kenali Ciri-Cirinya

Dicurangi Broker Saat Trading? Kenali Ciri-Cirinya - Pada dasarnya, ada banyak perusahaan broker yang terpercaya dan legal. Namun bila kalian tidak paham akan hal yang perlu diperhatikan dalam memilih broker forex ini, tentu akan mendatangkan kerugian bagi kalian. Diluar dari teknik trading yang bisa diterapkan, trader disarankan mampu untuk mengembangkan sistem trading yang dibarengi dengan stabilitas mental.

Memilih broker dengan tepat juga menjadi faktor pendukung untuk kesuksesan trader. Tidak semua broker berlaku adil dan transparan. Mereka biasanya mempunyai bermacam cara untuk meraih pemasukan lain dengan cara yang tidak disadari oleh trader. Dibawah ini beberapa hal yang harus kalian kenali saat broker mencurangi trader ;

1. Slippage

Spread yang tinggi karena adanya markup bisa diidentifikasi dengan mudah dari platform trading dengan melihat perbedaan harga bid dan ask. Namun slippage tak akan terlihat oleh trader, maka dari itu trader tak akan pernah sadar broker melakukan slippage jika trader belum membuka dan menutup posisi.

Slippage ialah sejenis trik yang dilakukan broker. Mudahnya, keuntungan yang diraih trader adalah kekalahan untuk broker, sehingga broker akan melakukan apa saja agar trader kalah. Salah satu caranya yaitu dengan merubah harga saat trader membuka atau menutup trading.

2. Swap

Swap adalah biaya yang wajib dibayar oleh trader bila membuka posisi lebih dari semalam. Swap harus dihitung dengan memanfaatkan rumus khusus, sebab tiap suku bunga dari mata uang besarannya selalu berhubungan dengan kebijakan bank sentral di suatu negara.

Umumnya, swap mempunyai nilai yang tetap untuk semua broker. Namun kenyataannya justru terbalik, di mana nilai swap antara satu broker ke broker lain berbeda. Contohnya mendapati nilai swap terlalu besar, bertanyalah pada broker dan tutup akun jika tidak ditemukan solusi sama sekali.

3. Requoting

Ini adalah trik curang lainnya yang sering digunakan broker. Saat situasi harga naik kuat dan trader menentukan arah yang tepat saat masuk market lalu memilih buy, broker akan menunda beberapa saat . Bukannya membuk posisi trading, broker justru memberi harga baru yang notabene lebih tinggi daripada harga awal saat akan masuk.

Broker biasanya berdalih dengan harga naik secara kuat. Broker melakukannya saat trader dalam proses menentukan arah yang akan diambil. Saat harga naik kuat dan trader memilih buy, trader akan meraih keuntungan, tentu ini bukan hal yang diinginkan broker.

Dengan menunda order buy yang diberikan, trader akan mendapati harga yang lebih tinggi. Hal inilah yang dinamakan requiting. Dan hal ini bisa saja dilakukan berkali-kali dalam satu trading.

4. Leverage

Leverage merupakan fasilitas baik yang dapat membantu trader untuk trading dalam jumlah besar meski dengan modal minim. Dengan menggunakan leverage, trader mampu meraup profit besar dibanding tak memanfaatkan leverage. Namun leverage bisa berbahaya jika tak dimanfaatkan secara bijak.

Banyak trader yang salah dalam memanfaatkan leverage dengan mengambil posisi yang terlalu besar hingga akun mereka tak sanggup menahannya. Hal ini menyebabkan saat market melawan, trader akan meraih margin call lalu stop-out dan akun akan ditutup oleh broker.

Broker mampu menawarkan leverage sesuai keinginannya bahkan ada yang menawarkan hingga 2000:1 yang sudah jelas tidak masuk akal. Karena perbandingan inilah tarder mampu melakukan trading hingga USD 200 ribu untuk modal sebesar USD 200.

5. Markup

Markup adalah pip yang ditambahkan broker ke penyedia ikuiditas berdasarkan spread. hal yang harudnya dilakukan adalah broker harusnya langsung mentransfer order dari trader ke penyedia likuiditas yang dalam hal ini adalah bank. Namun, jika mereka melakukan hal ini langsung maka mereka hanya bisa mendapat menarik biaya tetap berupa komisi untu tiap order, oleh sebab itu mereka meakukan mark up.

Beberapa broker memang ditemukan menarik markup, namun hanya beberapa poin dan tak ada masalah saat membuka dan menutup trading, broker semacam ini masih layak dipertimbangkan. Broker sejatinya punya kapasitas merubah besaran nilai spread, meskipun agak tak masuk akal.

6. Berburu Stop Loss

Broker yang sering menggunakan ini juga disebut sebagai “Stop Loss Hunter”. Dengan bantuan dari robot jenis tertentu, broker memantau trading kliennya dan memanipulasi spread. Bukan hanya dengan robot, broker juga ada yang menggunakan tenaga ahli khusus untuk mengeksekusi perbuatan curangnya. Trik ini digunakan agar posisi trading cepat mencapai Stop Loss saat harga bergerak melawan order Anda.

Leave A Comment

  • Your fullname is required
    • Valid email is required.
    • Please,leave us a message.